Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On GooglePlusVisit Us On PinterestVisit Us On YoutubeVisit Us On LinkedinCheck Our Feed

Butuh Bantuan ?

021-5684113 Hours : 8 am - 5 pm / Mon - Fri

Penjelasan+Pengertian RAID Lengkap Dengan Gambar

Gamma | 10th May 2017

RAID PENJELASAN DAN PENGERTIAN LENGKAP !!!

 

IT Konsultan Jakarta kali ini membahas pengertian/penjelasan RAID. RAID sendiri memiliki 3 pengertian yaitu Struktur RAID, Konsep dasar RAID, Level-level RAID.

 

Penjelasan

IT Konsultan Jakarta Akan memberikan Pengertian RAID, Singkatan dari (Redudant Array of Independent Disk) , sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur kesalahan pada media penyimpanan komputer (Hardisk). Dengan menggunakan cara penumpukan data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak.

 

Struktur RAID

RAID memiliki 3 struktur :

  1. RAID adalah sekumpulan disk drive yang dianggap sebagai sistem tunggal disk.
  2. Data didistribusikan ke drive fisik array.
  3. Kapasitas redunant disk digunakan untuk menyimpan informasi paritas, yang menjamin recoverbility data ketika terjadi masalah atau kegagalan disk.

 

Konsep dasar RAID

ada beberapa konsep kunci di dalam RAID :

  • Mirroring (penyalinan data ke lebih dari satu buah hard disk)
  • Striping (pemecahan data ke beberapa hard disk)
  • koreksi kesalahan di mana redundansi data disimpan untuk mengizinkan kesalahan dan masalah untuk dapat dideteksi dan mungkin dikoreksi (disebut sebagai teknik toleransi kesalahan)

Level-level RAID

RAID dibagi menjadi 8 level yang berbeda yaitu

  • level 0
  • level 1
  • level 3
  • level 4
  • level 5
  • level 6
  • level 0+1 dan
  • level 1+0

 

Setiap levelnya tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya , berikut level-level RAID :

 

  • RAID level 0

 

RAID level 0 menggunakan kumpulan disk dengan striping pada level blok, jadi hanya menyimpan melakukan striping blok data ke dalam beberapa disk , Level ini sebenarnya tidak termasuk ke dalam kelompok RAID karena tidak menggunakan redundansi untuk peningkatan kinerjanya.

 

  • RAID level 1

 

 

RAID level 1 ini merupakan disk mirroring, menduplikat setiap disk. Cara ini dapat meningkatkan kinerja disk, tetapi jumlah disk yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat, sehingga biayanya menjadi sangat mahal. Pada level 1 (disk duplexing dan disk mirroring) data pada suatu partisi hard disk disalin ke sebuah partisi di hard disk yang lain sehingga bila salah satu rusak , masih tersedia salinannya di partisi mirror

 

  • RAID level 2

 

 

RAID level 2 ini merupakan pengorganisasian dengan error-correcting-code (ECC).Jadi, jika salah satu bit pada data berubah, paritas berubah dan tidak sesuai dengan paritas bit yang tersimpan. Dengan demikian, apabila terjadi kegagalan pada salah satu disk, data dapat dibentuk kembali dengan membaca error-correction bit pada disk lain.

 

  • RAID level 3

 

RAID level 3 merupakan pengorganisasian dengan paritas bit interleaved. Pengorganisasian ini hampir sama dengan RAID level 2, perbedaannya adalah RAID Level 3 ini hanya memerlukan sebuah disk redundan, berapapun jumlah kumpulan disk-nya. Jadi tidak menggunakan ECC, melainkan hanya menggunakan sebuah bit paritas untuk sekumpulan bit yang mempunyai posisi yang sama pada setiap disk yang berisi data. Selain itu juga menggunakan data striping dan mengakses disk-disk secara paralel.

  • RAID level 4

 

 

RAID level 4 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yaitu menggunakan striping data pada level blok, menyimpan sebuah paritas blok pada sebuah disk yang terpisah untuk setiap blok data pada disk-disk lain yang bersesuaian. Jika sebuah disk gagal, blok paritas tersebut dapat digunakan untuk membentuk kembali blok-blok data pada disk yang gagal tadi. Kecepatan transfer untuk membaca data tinggi, karena setiap disk-disk data dapat diakses secara paralel.

 

  • RAID level 5

 

 

RAID level 5 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved tersebar. Data dan paritas disebar pada semua disk termasuk sebuah disk tambahan. salah satu dari disk menyimpan paritas dan disk lainnya menyimpan data. Sebuah paritas blok tidak menyimpan paritas untuk blok data pada disk yang sama. Kegagalan sebuah disk akan menyebabkan data hilang bersama dengan paritasnya dan data tersebut tidak dapat diperbaiki. Penyebaran paritas pada setiap disk ini menghindari penggunaan berlebihan.

  • RAID level 6

 

 

RAID level 6 disebut juga redundansi P+Q seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dari beberapa disk. RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang berbeda, kemudian disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda.

  • Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi pada 3 buah disk dalam interval rata-rata untuk perbaikan data (Mean Timr To Repair / MTTR).
  • Kerugianya yaitu penalti waktu pada saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi 2 buah paritas blok.

 

  • RAID level 1+0

 

 

RAID 1+0, di mana disk-disk di-mirror secara berpasangan, dan kemudian hasil pasangan mirrornya di-strip. RAID 1+0 ini mempunyai keuntungan lebih dibandingkan dengan RAID 0+1.

  • Contoh jika sebuah disk gagal pada RAID 0+1, seluruh strip-nya tidak dapat diakses, hanya sebagian strip saja yang dapat di akses, sedangkan pada RAID 1+0, disk yang gagal tersebut tidak dapat di akses, tetapi pasangan mirror-nya masih dapat di akses, yaitu disk-disk selain dari disk yang gagal.

 

  • RAID level 0+1

 

 

RAID level 0+1 ini merupakan kombinasi dari RAID level 0 dan 1. RAID level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan. Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama pentingnya. Dalam RAID 0+1 sekumpulan disk di strp, kemudia strip tersebut di-mirror ke disk-disk lain menghasilkan strip-strip data yang sama.

Sekian dari IT Konsultan Jakarta semoga bermanfaat ya .. sekian terima kasih ..