Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On GooglePlusVisit Us On PinterestVisit Us On YoutubeVisit Us On LinkedinCheck Our Feed

Butuh Bantuan ?

021-5684113 Hours : 8 am - 5 pm / Mon - Fri

Disaster Recovery Planning


Apabila membahas Disaster Recovery Planning (DRP), tidak dapat terlepas dari Business Continuity Planning (BCP). Business Continuity Planning (BCP) merupakan suatu strategi untuk memperkecil efek gangguan dan untuk memungkinkan proses bisnis terus berlangsung. Sedangkan Disaster Recovery Planning (DRP) adalah proses, kebijakan, dan prosedur yang berkaitan dengan persiapan untuk pemulihan atau kelanjutan dari infrastruktur teknologi yang penting bagi organisasi setelah bencana, baik karena alam ataupun ulah manusia. Disaster Recovery Planning (DRP) dan Business Continuity Planning (BCP) membahas mengenai perencanaan untuk keadaan darurat yang mengancam kelangsungan bisnis dan meneruskan bisnis tersebut walaupun terjadi bencana. Tujuan dari BCP dan DRP adalah menjaga bisnis tetap beroperasi meskipun ada gangguan dan menyelamatkan sistem informasi dari dampak bencana lebih lanjut. Komponen dari Disaster Recovery Planning adalah:
  1. Informasi kontak personil (personnel contact information)
  2. Back up situs (back up site)
  3. Pedoman perencanaan (manual plan)
  4. Inventaris hardware
  5. Inventaris software
  6. Vendors
  7. Backup Data
  8. Disaster Action Checklist
  9. Uji perencanaan (test the plan)
Tujuan Disaster Recovery Planning (DRP) yang utama adalah untuk menyediakan suatu cara yang terorganisir untuk membuat keputusan jika suatu peristiwa yang mengganggu terjadi. Tujuan Disaster Recovery Planning adalah untuk mengurangi kebingungan organisasi dan meningkatkan kemampuan organisasi untuk berhubungan dengan krisis tersebut. Sesungguhnya, ketika suatu peristiwa yang mengganggu terjadi, organisasi tidak akan mempunyai kemampuan untuk menciptakan dan melaksanakan suatu rencana pemulihan dengan segera. Oleh karena itu, jumlah perencanaan dan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya akan menentukan kemampuan organisasi tersebut dalam mengangani suatu bencana. Disaster Recovery Planning mempunyai banyak sasaran, dan masing-masing sasaran tersebut penting. Sasaran-sasaran DRP meliputi:
  • Melindungi suatu organisasi dari kegagalan penyediaan jasa komputer.
  • Memperkecil risiko keterlambatan suatu organisasi dalam menyediakan jasa
  • Menjamin keandalan sistem melalui pengujian dan simulasi
  • Memperkecil pengambilan keputusan oleh personil selama suatu bencana
Langkap point-point yang perlu dilakukan dalam rencana kerja penyusunan DRP adalah melakukan:
  • Project Initiation
  • Project Scheduling
  • Business Impact Analysis
  • Backup and Recovery Strategy
  • Initial Implementation
  • Post Implementation